Sisi Lain Bunda Teresa

January 17, 2009 – 12:20 pm
Kemarin, ketika aku sedang jalan-jalan ke sebuah toko buku, mataku tertuju pada sebuah buku yang berada tepat di tengah-tengah toko buku tersebut. Buku itu isinya mengomentari tentang surat-surat yang pernah ditulis oleh Bunda Teresa (tau kan siapa Bunda Teresa itu?). Membaca beberapa halaman dari buku itu membuatku sedikit mengerutkan dahi emoticon, bagaimana bisa seorang Katolik taat seperti Bunda Teresa pernah meragukan kehadiran Tuhan bahkan keberadaan Tuhan?
 
Benar-benar buku yang menarik!! Ku baca lagi lebih teliti dan teliti lagi, dan memang benar buku tersebut menerangkan suasana hati Bunda Teresa kala itu (ketika masih hidup), dan secara tersirat (tidak tertulis langsung) dia benar-benar pernah meragukan kehadiran dan bahkan keberadaan Tuhan (kupikir, aku dan kalian juga akan mempunyai pemikiran yang sama tentang Tuhan jika menghadapi situasi yang sama dengannya). Tapi (ada tapinya..), meski begitu dia tetap saja melayani kaum miskin dan terlantar di India dengan sepenuh hati emoticon.
 
 
 
Ada satu pelajaran yang dapat aku petik dari buku itu, yaitu bahwa semua orang tanpa kecuali pernah mengalami gejolak iman, pernah mengalami keraguan akan Tuhan, namun yang berbeda hanyalah bagaimana orang itu menyikapinya. Meski Bunda Teresa pernah meragukan Tuhan namun ia tetap melayani sesama dengan ikhlas, karena cintanya terhadap Tuhan yang memang sudah sungguh dalam, dan karena dia mencintai Tuhan begitu dalam, dia  membuktikannya dengan mencintai sesama manusia dengan begitu dalam juga.
 
So, jika kamu berkata bahwa dirimu mencintai Tuhan maka buktikan terlebih dahulu, dengan cara kamu mencintai sesamamu manusia (tidak peduli apa suku, agama dan rasnya). Jika tidak, maka jangan pernah menyebut dirimu mencintai Tuhan.

2008 Yang Berkesan

January 4, 2009 – 12:39 pm
Tahun 2008 yang lalu sungguh sangat berkesan bagi beberapa orang yang aku kenal dan terutama buat diriku sendiri. "Tahun 2008 adalah tahun penuh kesuksesan", mungkin itulah yang dapat aku katakan (tidak tau ya bagaimana pendapat orang lain mengenai tahun 2008).'’
 
Entah kebetulan atau tidak, aku selalu suka dengan angka 8 (karena bentuknya yang sempurna, tanpa ada putus) dan (mungkin) berhubungan juga dengan beberapa keberuntungan yang aku dapatkan di tahun 2008. Awal tahun 2008 diawali dengan mimpi buruk bernama Skripsi yang harus kelar diketik dan dikumpulkan, namun karena aku bekerja dengan beberapa orang "Top" makanya tugas itu tidak terlalu terasa berat bagiku emoticon. Buzz, terjadilah banjir besar dan untuk pertama kalinya rumahku kebanjiran emoticon tepat satu hari sebelum sidang skripsi, tapi banjir itu tidak mematahkan semangatku dan beberapa teman lainnya untuk mengikuti sidang skripsi yang berakhir sangat baik buatku.
 
Selesai sidang Skripsi dan Wisuda, aku mendapatkan kerja di bidang yang sangat aku sukai (yang ini sedikit bohong) yaitu sebagai Accounting di sebuah perusahaan swasta. Meski nggak jago-jago amat dalam bidang Accounting namun aku sangat senang karena mendapat rekan kerja yang sabar (mungkin juga nggak) menuntunku untuk terus belajar.
 
Banyak deh kesenangan di tahun 2008 yang aku dapatkan, kalau ditulis disini mah bisa gawat soalnya banyak banget deh…….. Selamat tinggal tahun 2008 yang berkesan emoticon dan selamat datang tahun 2009 yang penuh harapan. 

Hantu Narsis

December 30, 2008 – 4:59 am
Tanggal 26 Desember yang lalu, aku dan kedua temanku jalan-jalan ke Museum Jakarta yang ada di daerah Kota. Dengan bermodalkan 3 kamera, setiap sudut yang nampak menarik bagi kami, langsung kami abadikan.
 
Tak disangka, kami mendapati sesosok makhluk aneh yang muncul di dalam hasil "Jepretan" kami. Hiiiiii…… seram…..
 

 
 
Nb: Buat Mas Roy Suryo, coba di telaah foto ini, asli apa nggaknya….. Klik pada gambar untuk memperbesar…..!!!!

Selamat Natal

December 27, 2008 – 2:05 pm
 
 
 

Puaskah Kita?

December 20, 2008 – 1:28 pm
Aku tidak suka bibirku. Kurang seksi. Aku ingin seperti Angelina Jolie. Di saat yang sama seseorang berharap, "Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal." Aku ingin mataku berwarna biru. Akan lebih cantik bila aku punya mata berwarna biru. Di saat yang sama seseorang berharap, "Tuhan, kenapa Kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat."
 
Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik. Di saat yang sama seseorang bersyukur, "Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya." Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik. Di saat yang sama seseorang menangis, "Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda. Kalau seperti ini, rambut seperti apa pun akan terlihat aneh."
 
Aku mau memutihkan tangan dan kakiku agar tampil lebih cantik seperti artis. Di saat yang sama seseorang bersyukur, "Tuhan, Kau tidak memberikan aku tangan dan kaki, namun aku bahagia aku masih bisa berkarya."
 
Sesungguhnya tubuh kita adalah hal yang berharga. Tak peduli apapun warnanya, apapun ukurannya, apapun bentuknya. Syukurilah itu kawan. Karena di luar sana masih banyak yang mengharapkan mendapatkan fisik yang lengkap. Kaulah ciptaan Tuhan yang terbaik. Kau yang tampan. Kau yang cantik. Syukurilah itu, walaupun itu hanya sementara. Kawan dengarlah. Jutaan orang di luar sana. Berharap bisa melihat. Berharap bisa mendengar. Dan berharap bisa berbicara seperti kita. Kita tidak pernah mengerti. Dan tak kan pernah mengerti. Sadarlah kawan bahwa sesungguhnya kau tidak kekurangan.

Peraturan Aneh di Dalam Gereja Katolik

November 16, 2008 – 10:52 am
"Huhhhhh….emoticon", keluhku dalam hati ketika mendengar percakapan antara 2 ibu mengenai sebuah peraturan yang menurutku sangat baru dan sangat aneh yang akan (atau mungkin sudah) diterapkan dalam Gereja Katolik, tepatnya di Paroki Santa Bernadeth Ciledug.
 
Peraturan aneh itu bermula dari seorang ketua lingkungan di Maria Goretti 1 yang mengusulkan peraturan baru itu kepada Pastor Paroki dan (anehnya) disetujui. Peraturan itu kira-kira berisi, "Siapa saja umat Katolik harus datang dalam acara di lingkungan, jika tidak datang maka akan diacuhkan lingkungan dan Gereja".
 
Peraturan apaan tuh??? Apakah ini pertanda Gereja Katolik akan melakukan blunder untuk yang kesekian kalinya setelah sebelumnya pada jaman dahulu sempat menjual surat pengakuan dosa???? Ataukah peraturan ini hanya ada di Gereja Santa Bernadeth Ciledug dan Lingkungan Maria Goretti 1??
 
Entah apa yang ada di pikiran dua orang aneh itu (Ketua lingkungan dan Pastor Paroki), yang jelas aku sangat menentangnya emoticonemoticonemoticonemoticon. Mereka sudah lupa apa itu "Kasih" yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus. Mana ada pemaksaan kayak gitu, yang ada malah pada kabur umatnya, dasar (maaf) bodoh dua orang itu.
 
Apakah kejadian yang terjadi di lingkungan dan Gereja tempatku terjadi juga di tempat kalian???

Keluargaku di Plaza Toyota

November 1, 2008 – 7:08 am

Tanggal 25 Oktober yang lalu, aku dan teman-teman satu kantorku di Plaza Toyota mengadakan acara Rafting bersama di Cicatih eh Citatih eh….. (kagak tau mana yang bener…).

Huaahhhh ngantuk banget di pagi itu emoticon, karena aku tidak tidur semaleman karena takut keterusan. Ketika waktu menunjukkan pukul 02.00 aku langsung mandi dan setelah itu makan subuh. Pukul 03.30 aku berangkat menuju Pasar Inpres menjemput teman sekantor dulu , setelah itu langsung tancap gas menuju kantor kami di Jalan Tendean.

Kami berangkat dari kantor kurang lebih jam 05.30, sempat nyasar entah kemana emoticon. Sepanjang perjalanan kami dihibur oleh suara merdu mas Yani dengan lagu dangdut ala Rhoma Irama. Sampai di Citatih eh Cicatih (nggak tau mana yang bener..) kami tanpa basa - basi (mampir ke wc dulu deng) langsung saja menuju arena Rafting dengan diantar angkot.

Wah….wah ternyata Rafting itu tidak menakutkan emoticon, tidak seperti apa yang aku bayangkan sebelumnya. Jujur aja awalnya aku nggak mau ikut, tapi karena rasa penasaran jauh lebih besar daripada rasa takut ya akhirnya aku ikut aja……….Selepas Rafting kami melepas lelah, ada yang mandi, ada yang makan, ada yang pijitan, ada yang foto-foto dan ada yang reunian emoticon.

Upsss….saatnya kembali ke Jakarta tapi sebelum itu ayo kita foto dulu. Bye…bye Citatih eh Cicatih eh (kagak tau ah..), sampai jumpa lagi. emoticon

 

 

 

Nb : Klik pada foto untuk memperbesar……… emoticon


Selamat Jalan Pipit

October 26, 2008 – 10:38 am
Beberapa minggu yang lalu, ketika itu hari kamis dan waktu menunjukkan pukul 17.26 aku mendapatkan sebuah sms yang berisi tentang kabar temanku yang sedang dalam keadaan koma di rumah sakit.
 
Kemudian ketika waktu menunjukkan pukul 18.23 (masih di hari yang sama), aku kembali mendapatkan sms yang berisi tentang kabar duka cita mengenai temanku yang tadi dalam keadaan koma telah meninggal.
 
Berita yang sangat cepat dan mengejutkan. Selamat jalan kawan, semoga berbahagia di Sana, bersama Bapa di Surga. Amin

Pelukan Hangat dan Sebuah Doa

October 18, 2008 – 1:46 pm
Beberapa waktu lalu, aku mengikuti acara retret yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Budi Luhur. Acara itu diadakan di daerah Parung di Villa Maria Bekker. Pada awalnya aku merasa retret tersebut sama aja dengan retret-retret sebelumnya yang pernah aku ikuti, tapi ternyata aku salah besar!!!!!!! Mau tau dimana kesalahannya?.
 
Pada satu sesi terakhir di acara tersebut ada satu kegiatan dimana kami saling mendoakan satu sama lain. Satu orang berjalan menghampiri satu orang yang lain untuk mendoakan, dengan cara saling berpegangan tangan. Awalnya kegiatan itu biasa aja, mulai tidak biasa ketika aku mendengar sebuah doa yang ditujukan padaku, dan doa itu bagus, indah dan benar-benar wahhh nggak nyangka, ada orang yang mau mendoakan aku sebegitu bagusnya. Selesai mendoakan aku orang tersebut memelukku dengan hangat, hangat sekali.
 
Peristiwa tadi diatas terus berulang dengan orang yang berbeda, tiap doa yang keluar dari mulut mereka benar-benar bagus dan membuatku tersadar bahwa masih banyak orang yang mencintaiku yang ditandai dengan doa-doa bagus mereka. Pada saat itu aku merasa Tuhan hadir diruangan itu dan menjadi orang-orang yang ikut berdoa serta memelukku. Pelukan hangat dari Tuhan yang meminta aku kembali, kembali jadi manusia seperti yang Ia harapkan, kembali jadi manusia yang penuh kasih, penuh kesabaran di tiap waktu.
 
Meski pada akhirnya aku tetap sama aja kayak hari kemaren (nggak sabar, nggak penuh kasih, dan suka ngomel nggak jelas), tetapi peristiwa diatas benar-benar indah. Melambangkan Tuhan yang tidak pernah lelah mencari Domba-Nya yang hilang dan tersesat. Amin

God’s Gift

September 25, 2008 – 12:03 pm
Tuhan sangatlah baik, ketika kita lahir ke dunia ini kita di berikan "oleh-oleh" gratis olehnya. "Oleh-oleh" yang sangat indah dengan nama talenta. Talenta melukis, berbicara, mendengarkan, bernyanyi, menulis, pantang menyerah, olahraga, menghibur orang lain dan masih banyak lainnya.
 
Jangan biarkan talenta-talenta itu mati, tetapi carilah apa talentamu dan kembangkanlah, serta sumbangkan talentamu untuk orang lain, untuk kesenangan orang lain, buatlah orang lain bahagia karena talentamu. Biarkanlah talentamu bersinar terang di dunia karena kamu telah menyumbangkannya untuk orang lain.
 
Jangan pernah lelah untuk selalu berbuat untuk orang lain, dan jangan pernah takut gagal atau di cemooh orang karena Tuhan selalu ada di sampingmu untuk membantumu selalu dan selalu.