Jalur Kereta Api
April 9, 2007Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati kereta api), sementara jalur yang kedua sudah tidak aktif. Hanya ada satu orang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati kereta api), sementara lainnya bermain di jalur kereta api yang masih aktif.
Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi, dan kebetulan anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah kereta api tersebut. Apakah anda akan memindahkan arah kereta api tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun hal ini berarti anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur kereta yang sudah tidak aktif, atau anda akan membiarkan kereta tersebut berada di jalur seharusnya?
Mari berhenti sejenak dan berfikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil?Pikirkan baik-baik jawaban anda........., dan setelah anda yakin dengan jawaban anda, baru anda teruskan membaca.
Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat di syahkan baik secara moral maupun emosional. Namun sadarkah anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur kereta api yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman?di samping itu, dia harus dikorbankan karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat yang berbahaya.
Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokratis, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.
Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur kereta api yang berbahaya telah di kesampingkan. dan bahkan mungkin kita tidak menyesal akan kejadian tersebut.



