Sahabat
February 14, 2009 – 11:44 am
Kasihilah orang yang membenci kamu, dan berbuat baiklah kepadanya. Berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu; Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orangh lain pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Kasihilah orang yang membenci kamu dan berbuat baiklah kepada mereka dan pinjamkan tanpa mengharapkan balasan.
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; Kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketikadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung sesuatu.
Di antara iman, pengharapan dan Kasih, yang paling besar adalah kasih, dan Kasih tidak berkesudahan.
Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri………….
Pada suatu sore , Budi seorang karyawan perusahaan swasta pulang lebih awal. Dibersihkannya seluruh rumah terutama ruang tamu. Kemudian dia memasak makanan dan menyiapkan minuman yang selama ini tidak pernah ia lakukan. Budi sedang menunggu seorang tamu istimewa. Tuhan akan datang ke rumahnya. Ia diberi tahu lewat mimpi semalam.
Sepanjang hari hujan terus menerus turun dan Tuhan belum juga datang, sambil menunggu ia membuatkan 2 gelas teh hangat.Tiba-tiba bel pintu berbunyi, dan si Budi pun langsung berlari berharap tamu istimewanya datang. Ternyata tukang pos, dan ia mempersilakan tukang pos itu masuk ke dalam untuk berteduh dan menghidangkan teh yang ia buat untuk Tuhan. “Terima kasih pak Budi, teh ini sungguh menghangatkan tubuhku.” Kata tukang pos sambil pamit.
Saat mengantar pak pos itu keluar, ia melihat anak kecil yang sedang menangis. Rupanya ia tersesat dan Budi memutuskan untuk mengantarkan anak tersebut sampai ke rumahnya. Lalu ditulisnya pesan untuk Tuhan di pintu , “Tuhan tolong tunggu sebentar, ada keperluan mendadak, aku segera kembali.” Menjelang malam Budi baru pulang dan dilihatnya pintu rumah sudah terbuka, rianglah hatinya “Tuhan sudah menungguku!” Serunya dalam hati. Tetapi pada saat dia masuk, ternyata tetangganya sedang terbaring dengan badan penuh luka. Rupanya dia habis dirampok dan dipukuli para perampok tersebut, pria itu menggigil kena infeksi, sampai larut malam menjelang pagi, budi dan para tetangganya berusaha untuk menurunkan demam dan mengobati luka tetangganya itu.
Budi pun kelelahan dan tak sengaja tertidur hingga fajar menjelang, tiba-tiba Budi terbangun,”Aduh, Tuhan pasti datang selagi aku tidur, aku telah mengecewakan Tuhan, mengapa aku tertidur?” Sesalnya dalam hati.
Tidak lama kemudian, telepon berdering dan ternyata itu dari Tuhan, dan lewat telepon dia mendengar Tuhan berkata,” Halo Budi, terima kasih untuk semua kebaikanmu. Saat aku kedinginan engkau memberikan teh yang menghangatkan tubuh-Ku. Saat Aku tersesat engkau menunjukkan jalan ke rumah-Ku. Dan saat Aku terluka engkau mengobati dan menjaga-Ku, Budi terima kasih banyak, karena kemarin Aku telah menjadi tamu di rumahmu.”
Budi sangat terkejut lalu menangis terharu karena Tuhan berkenan menjadi tamunya meskipun dengan cara yang tak pernah ia sangka-sangka.
Belum lama ini, aku melihat video klip lagu kesukaanku, judulnya “That’s What Friend’s Are For”, hmmmm ternyata lagu itu dinyanyikan oleh 4 orang: Elton John, Stevie Wonder, Dionne Worwick (kalo nggak salah ya?), dan satu lagi aku lupa namanya.
Lagu dinyanyikan dengan sangat sempurna oleh ke 4 orang tersebut, lagu itu intinya adalah: seorang sahabat akan selalu ada di sampingmu apapun keadaanmu, baik itu sedih atau senang dan seorang sahabat bisa selalu membuatmu merasa nyaman dan tersenyum karena ia bisa kamu andalkan.
Mempunyai seorang sahabat seperti itu pasti menyenangkan ya?