Susah Koq Merokok??
April 17, 2007 – 11:44 amRasa ngantukku hilang tatkala aku mendengar percakapan dua laki-laki setengah baya berpakaian lusuh di angkutan kota. Mereka sedang membicarakan kesusahan mereka masing-masing (namun intinya sama),mereka bingung tentang bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari.
Mungkin anda heran, kenapa koq tiba-tiba rasa ngantuk saya hilang mendengar percakapan dua orang tadi? Aku sangat tertarik (sehingga rasa ngantuk pun hilang) karena mereka mengobrol sambil merokok (so what gitu lohh?).Mau tau?
Asal tau aja, mereka merokok dengan rokok yang harganya sekitar Rp8500-Rp9000 per bungkus dan kalo belinya eceran sekitar Rp700 perbatang. Sekarang coba anda hitung kalo mereka menghabiskan 20 bungkus sebulan, berapa rupiahkah yang mereka bakar,…????
Nah!!!!!!…………..mereka menghabiskan Rp 174.000 hanya untuk merokok dan hanya untuk kenikmatan mereka sendiri tanpa mereka bagi ke keluarga mereka. Duit segitu kan sangat lumayan, paling tidak buat bayar uang spp sebulan atau beli beras sekarung dengan kualitas lumayan kan cukup, namun sayang, mereka tidak memakai otak mereka untuk memikirkan hal yang satu ini. Kalau merokok hanya pada saat momen tertentu boleh aja (paling nggak sebulan maksimal satu batang), tapi kalo keterusan dan kecanduan, wah gawat………!!!!!!!
Awalnya aku sedih dan merasa simpati setelah mendengar cerita mereka berdua, namun melihat mereka merokok aku jadi membenci mereka, mana bau lagi asapnya…….
Untuk anda-anda yang masih muda, jauhilah rokok seperti kamu menjauhi penyakit dan NARKOBA, rokok menggerogoti kesehatan dan dompetmu



