Andaikan………………

November 30, 2007 – 11:35 am
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
hingga membuat kau percaya
akan kuberikan seutuhnya
rasa cintaku
selamanya….selamanya
 
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
hingga membuat kau percaya
akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku 
rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku 

Baru Datang Langsung Aku Suruh Pergi

November 23, 2007 – 1:19 pm

Rasa itu datang lagi………… Setelah lama nggak pernah merasakannya, tau…tau dia ada lagi…..Menyenangkan memang pada awalnya, harapanku langsung membumbung tinggi…………

Tapi tidak, kali ini aku tidak siap, aku pun langsung menyuruhnya pergi, pergi jauh dari sini, jauh dari hatiku…………………………Aku biarkan dia mencari yang lain..

Terserah dengan apa orang mau berkata, aku memang menyukai rasa itu bahkan sangat menyukainya, namun karena satu dan lain hal aku terpaksa meninggalkan ia pergi…..emoticon


Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya

November 4, 2007 – 8:48 am
"Awalnya aku kira Tuhan tidak sayang padaku, Dia tidak pernah memberi apa yang aku minta." "Kuminta bunga yang indah, Dia malah memberiku pohon Kaktus, kuminta Kupu-Kupu, Dia malah memberiku seekor Ulat."
 
"Tapi kini, Kaktus itu telah berbunga indah dan Ulat itu telah menjadi Kupu-Kupu yang cantik." Begitulah rencana Tuhan, tidak selalu sesuai dengan rencana kita. Tetapi yakinlah rencana Tuhan indah pada waktunya.

Arti Nama Stefanus

November 2, 2007 – 12:08 pm

Stefanus artinya mahkota. Ia adalah pengikut Kristus yang pertama yang menerima mahkota kemartiran. Stefanus adalah seorang diakon pada masa Gereja Perdana. Kita membaca kisah tentangnya dalam Kitab Kisah Para Rasul bab 6 dan 7.

Petrus dan para rasul lainnya menyadari bahwa mereka membutuhkan penolong-penolong untuk mengurus para janda serta kaum miskin. Jadi, mereka mentahbiskan tujuh orang diakon. Stefanus adalah yang paling terkenal dari antara mereka. Tuhan mengadakan banyak mukjizat melalui St. Stefanus. Ia berbicara dengan hikmat dan karunia yang membuat banyak dari para pendengarnya menjadi pengikut Yesus.

Para musuh Gereja Yesus merasa geram melihat betapa berhasilnya khotbah St. Stefanus. Pada akhirnya, mereka bersekongkol untuk melawan dia. Mereka tidak dapat membantah perkataan-perkataannya yang bijaksana, jadi mereka memerintahkan beberapa orang untuk bersaksi dusta terhadapnya. Saksi-saksi palsu itu mengatakan bahwa Stefanus telah berbicara hujat terhadap Tuhan. St. Stefanus menghadapi gerombolan para musuhnya yang banyak itu tanpa rasa takut. Malahan, Kitab Suci mengatakan bahwa wajahnya menjadi serupa dengan wajah malaikat.

Stefanus berbicara tentang Yesus, menunjukkan bahwa Ia adalah Juruselamat yang dijanjikan Tuhan. Ia mencela para musuhnya karena tidak percaya kepada Yesus. Mendengar itu, mereka menjadi amat marah serta berteriak-teriak kepadanya. Tetapi, Stefanus memandang ke langit dan berkata bahwa ia melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Para musuhnya menutup telinga mereka dan tidak mau mendengarnya lebih lanjut. Mereka menyeret St. Stefanus ke luar kota Yerusalem dan melemparinya dengan batu hingga mati. Orang kudus itu berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Kemudian ia berlutut serta memohon kepada Tuhan untuk tidak menghukum para musuh yang membunuhnya. Setelah pernyataan kasih yang sedemikian besar itu, Stefanus pergi untuk menerima ganjaran surgawi.