Salutku Untuk Irak…..

July 30, 2007 – 10:41 am
Salut….!!!!! Hanya kata tersebut yang keluar dari mulutku ketika peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan Irak vs Arab Saudi yang disudahi dengan skor 1-0 untuk kemenangan Irak. Dengan kemenangan ini Irak mencetak sejarah baru dalam dunia persepakbolaan Asia, yaitu menjadi juara untuk pertama kalinya.
 
Aku benar-benar melihat semangat yang membara pada diri para pemain Irak, mereka berjuang 100 bahkan mungkin 200 persen dari kekuatan mereka untuk meraih kemenangan pada malam itu. Wah pokoknya Irak itu TOP banget dah, susah untuk digambarkan.
 
Aku berharap dengan kemenangan ini seluruh rakyat Irak bersatu kembali, dan tercipta kedamaian di Irak. Akhir kata, selamat buat Irak. Tetap pertahankan prestasi kalian, jangan pernah menyerah karena aku mengagumi kalian semua. 

Minggu Yang Sempurna

July 26, 2007 – 11:08 am

Minggu ini benar-benar minggu yang sempurna, bagaimana tidak di minggu ini aku bermasalah oleh 2 dosen sekaligus. Mau tau ceritanya?

Dosen pertama jabatannya adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur, beliau menolak menanda tangani laporan KKP (Kuliah Kerja Praktek) punya ku dan Nanto karena di lembar pengesahan tertulis Wakil Dekan bukan Dekan.

Dosen kedua jabatannya adalah sebagai dosen pembimbing laporan Studium Generale, beliau marah karena aku tidak tepat janji, bilang datang jam 16.30 ehhhh aku malah nggak dateng-dateng. Aku tidak datang bukan karena aku tidak tepat janji tetapi karena laporan Studium Generale-ku dan Vini yang ada di flash disk kena virus brengsek yang entah dari mana masuknya tanpa permisi merusak file penting…… Fuck With Virus……..All Virus are fuck……….Virus Like a Shit…….. 

Tak sobek….sobek tuh virus………………. 


Anto - Nanto

July 25, 2007 – 1:08 pm
Hari ini laporan KKP (Kuliah Kerja Praktek) kami sudah selesai, kami mendapatkan hasil yang setimpal dengan usaha kami, yaitu dengan nilai sempurna "A".
 
Kami memulai perjalanan KKP kami lebih dulu daripada mahasiswa yang lain (menurut gw pribadi lohh) tapi sayangnya kami malah selesai paling belakangan. Beragam masalah mengiringi langkah kami untuk menyelesaikan tugas tersebut, saking banyak dan beragamnya kalo gw ceritain lewat blogs bisa sampai 2 halaman blogs ini kayaknya.
 
Gw dan Nanto adalah 2 orang yang punya kepribadian yang berbeda (lagi-lagi menurut gw). Gw orangnya ngawur, nggak sabaran, pengen cepet selesai dan agak meledak, sedangkan Nanto lebih sabaran dalam setiap hal. Banyak peristiwa yang bisa buat gw belajar dari orang ini, tentunya dalam hal keikhlasan dan kesabaran, salah satu peristiwa yang paling gw inget ketika kita bermasalah dengan BAAK soal pembuatan surat izin magang atau KKP, gw udah pengen ngomel sama mbak-mbak yang ada di BAAK tapi pas gw liat Nanto kayanya sabar, ya udah gw juga meredam sedikit emosi gw.
 
Gw udah sering berduet sama orang untuk mengerjakan suatu tugas, tapi menurut gw (lagi-lagi menurut gw) duet Anto-Nanto adalah yang terbaik. Gw bilang terbaik karena gw banyak belajar dari duet ini, belajar tentang segala yang baik dalam segala hal.
 
Akhir kata, gw mengucapkan terimakasih pada Allah Bapa, Orang tua, Tante Ati (tante yang selalu mendukung gw), Nanto (rekan duet gw), Pak Lukas, Pak Guritno (maaf pak, terakhir kali saya telp bapak, saya agak cerewet), Pak Haryadi (dosen pembimbing) dan teman-teman satu fakultas.
 
 

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jangan Lupakan Duet Maut Kita………

It Is Time To Forget Her……

July 17, 2007 – 11:00 am

Tembok besar, usang dan jelek namun kokoh itu tetap masih ada disana. Dia nggak biarkan gw tuk melewatinya, dia hanya memberi sejumput ruang berupa jendela kayu kecil nan usang tuk gw melihatnya. Huhhh……..

Capek rasanya tuk terus dalam keadaan seperti ini, hanya bisa melihat namun tak dapat ku meraih dirinya. hmmmmmmmm… Mungkin ini saatnya tuk pergi, pergi jauh darinya, lupakan dirinya, dan menutup lembaran kenangan akan dirinya.

Jujur kuakui sangat susah tuk diri ini melupakannya, karena dia sangat berarti. Dia cahaya yang bersinar terang di balik tembok usang nan kokoh itu, cahaya yang membuatku tertarik tuk melihatnya, cahaya yang membuatku sangat ingin dekat dengannya. Namun, tembok jelek itu merusak semuanya, merusak mimpi-mimpi indahku di malam hari akan dirinya.

Huhhhhhhhh…….. Ini waktu yang tepat untuk pergi, jauh darinya.