Anto’s Award

June 28, 2007 – 5:24 am

Melihat acara penghargaan musik di televisi, membuat aku ingin juga membuat penghargaan buat para insan musik dunia dan di Indonesia, tentu saja kategorinya aku yang buat sendiri.

  1. Grup Musik Terbaik Sepanjang Masa
    • Chicago
  2. Grup Musik Paling Kuhormati Sepanjang Masa
    • Bee Gees
  3. Penyanyi Solo Terbaik Sepanjang Masa
    • Peter Cetera
  4. Album Terbaik Sepanjang Masa
    • The Heart of Chicago
  5. Penyanyi Solo Dalam Negeri Terbaik Sepanjang Masa
    • (Alm) Chrisye
  6. Duet Terbaik Sepanjang Masa
    • Lea Salonga & Brad Kane (We Could Be In Love)
  7. Lagu Terbaik Sepanjang Masa
    • You’re The Inspiration (By: Chicago/Peter Cetera)
Mungkin ada yang heran melihat kategori di atas, penuh dengan kata "sepanjang masa"?? Pengenaan kata sepanjang masa maksudnya, aku tak pernah bosan jika mereka bernyanyi atau lagu dan album itu diputar.


Oleh-oleh dari UI

June 20, 2007 – 10:17 am

Kemarin, untuk kedua kalinya aku pergi ke UI. Pada kesempatan yang pertama aku kesana gazebo banget, nggak tau mau kemana (just looking around). Nah kalo kemarin itu tujuannya jelas banget, yaitu mencari jurnal untuk skripsi semester depan.

Kemaren kampus UI sepi aja, karena anak-anaknya lagi pada semester pendek. Jadinya nggak bisa liat-liat pemandangan bagus deh…….Nah aku bawa oleh-oleh nih dari UI, mau tau?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penciptaan kamera, aku dan Rani berfoto bersama: 

Aku dan Mrs Busy

Oleh-oleh yang kedua adalah: 

 


Selamat Jalan Ibu Sumastuti

June 17, 2007 – 10:09 am

Sabtu pagi kemarin aku mendapat sms dari seorang teman yang mengabarkan berita duka cita, Ibu Sumastuti (salah satu dosen FE Budi luhur) telah berpulang ke pangkuan Bapa di Surga.

Ibu Sumastuti adalah dosen yang menurutku sangat baik dalam menyampaikan suatu materi, sedikit berbicara namun sangat jelas arti dan arah pembicaraannya. Beliau membuat soal hitung-hitungan yang awalnya kelihatan susah menjadi suatu yang sangat menarik. Sungguh aku merasa sangat kehilangan Beliau.

Selamat jalan Ibu A.M.Sumastuti, semoga ibu merasakan damai abadi di Surga bersama Allah Bapa. 


Presentasi Panas

June 15, 2007 – 7:34 am

"Tadi ruangan kelas serasa panas ya……" Komentar tersebut meluncur dari seorang teman yang sekelas denganku tadi malam, ada apakah gerangan?

Yup, tadi malam aku dan kelompokku melakukan presentasi di depan kelas. Pada satu sesi tanya jawab, aku dinilai terlalu emosi, entah mengapa aku dinilai seperti itu. Faktanya pada malam itu aku sama sekali tidak emosi, malah aku sangat senang ada mahasiswa yang mengapresiasi presentasiku dan kelompokku malam itu.

Aku senang dengan kritik yang dilontarkan oleh temanku tadi, kritik itu membuat aku terpacu untuk memperbaiki lagi kemampuanku dalam presentasi. Menurut aku pribadi, semalam adalah presentasi terbaik yang pernah aku lakukan karena aku sudah bisa mengurangi kegugupanku, aku lebih berani untuk lebih dekat dengan audience, namun tentu saja masih banyak kekurangan yang aku alami seperti penyampaian materi yang melebar dari masalah yang sesungguhnya,aku masih terlihat susah mengontrol emosi (seperti kata temanku tadi).  

Memang susah menyampaikan suatu materi kepada orang lain, aku sudah menyadarinya dari seminggu yang lalu. Meskipun aku sudah berlatih cukup lama untuk hari itu, namun tetap saja masih banyak kurangnya. Presentasi berikutnya pasti lebih baik………..pasti


Go In Peace

June 8, 2007 – 2:53 pm

Hari ini gw senang banget, buku yang udah lama gw cari akhirnya bisa berada dalam dekapan.emoticon emoticon 

Buku itu berjudul Go In Peace, Karangan Paus Yohannes Paulus II. Berikut adalah sedikit cerita mengenai buku tersebut:

Pada tanggal 18 Agustus 2002, Paus Yohanes Paulus II, berusia 82 tahun dan sakit-sakitan, mempersembahkan Misa Suci di hadapan dua juta orang di sebuah lapangan terbuka di Krakow, Polandia. Beberapa perkiraan menyebutkan bahwa jumlah yang hadir saat itu hampir mencapai tiga juta orang. Para wartawan dan pengamat kemudian menyatakan bahwa saat itu tak ada orang lain di muka bumi ini yang bisa menarik orang dalam jumlah sedemikian besar. (Buku ini ditulis tahun 2003, dua tahun sebelum Paus Yohanes Paulus II wafat.)

Mereka telah mengatakannya sejak 1978 ketika Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow, menjadi Paus dan menyandang gelar Yohanes Paulus II. Tidak diragukan lagi, ia merupakan pribadi paling penting, paling berpengaruh, dan paling terkenal selama 25 tahun terakhir. Dialah pemimpin sebuah gereja dengan tradisi spiritual yang telah berumur dua ribu tahun dan mempunyai lebih dari satu miliar umat di seluruh dunia. Warisan dan tempatnya dalam sejarah akan menjadi pusat perhatian sejarawan, penulis biografi, jurnalis, dan ahli teologi yang tak terbilang banyaknya. Jumlah buku yang mencoba mengulas kehidupan dan kepausannya akan sangat besar.

Buku ini berbeda. Buku ini memuat kata-kata Paus Yohanes Paulus II sendiri, diambil dari jutaan kata yang pernah ditulis dan diucapkannya selama menjabat sebagai Paus. Editornya, Joseph Durepos, mencari-cari dan menemukan kata-katanya yang paling personal frasa-frasa dan paragraf-paragraf yang tampaknya paling menyentuh, paling memukau, dan yang diungkapkan dengan paling jelas serta penuh semangat. Ia mencari jiwa Yohanes Paulus II ide-ide yang menurutnya paling penting, yang ia yakini merupakan persembahan abadi Yohanes Paulus II bagi kita.

Dua belas bab dalam buku ini berhubungan dengan tema-tema yang mendominasi tulisan dan pernyataan Yohanes Paulus II sejak ia memangku jabatan Paus, antara lain tentang hak hidup (aborsi) dan ikatan keluarga (perceraian dan peran ibu), penderitaan dan kebahagiaan, dan terutama tentang perdamaian. Itulah tema-tema yang telah ia ungkapkan tanpa henti, tahun demi tahun, kepada orang-orang di seluruh dunia. Ia sering menulis atau berbicara tentang hal tersebut secara mengesankan, sering kali memicu kontroversi…

Masing-masing bab dilengkapi doa yang dibuat oleh Paus Yohanes Paulus II sendiri.

Special thanks to : *Mbak Vika* 


Selamat Datang Claudio Ranieri

June 5, 2007 – 11:06 am

Yup, Claudio Ranieri sekarang adalah pelatih baru Juventus menggantikan pelatih sebelumnya yang mengundurkan diri (Didier Deschamps).

Meskipun belum banyak gelar yang ia raih, namun taktiknya cukup bagus. Ini terbukti dari kemampuannya mengangkat Parma dari jurang degradasi.

Aku berharap Ranieri dapat merontokkan kesombongan Inter Milan (tim jelek yang selalu menganggap dirinnya bagus) sang juara bertahan. Tidak mudah memang, karena Juventus baru saja kembali dari Seri-B akibat kasus Moggiopoli.