Senyum Tulus
April 18, 2007 – 11:04 amMau tau senyum terindah, termanis dan paling tulus bisa kalian dapat dari siapa? Jawabannya adalah dari anak-anak, mereka tersenyum satu sama lain dengan tidak terpaksa, tanpa tujuan dan maksud apapun.
Tapi ada beberapa orang yang “iri” dengan senyum tulus mereka. Aku baru tahu kejadian ini nyata beberapa hari yang lalu, ada yang bilang pengemis cilik di pinggir jalan dipaksa mengemis oleh orang tuanya dan jika pulang tidak bawa uang seperti yang orang tua mereka inginkan, mereka tidak boleh makan sama sekali. Peristiwa lainnya, anak-anak dipaksa mengemis oleh sejumlah orang (bukan orang tuanya) dan uang yang didapat dari hasil mengemis dirampas. Atau ada orang tua yang saling menyerang secara fisik atau dalam bentuk hinaan satu sama lain dan membuat anak-anak mereka ketakutan dan menangis.
Kenapa ya kejadian ini terus berlanjut tanpa bisa berhenti?Kenapa koq ada yang tega merampas senyum manis anak-anak?Dan kenapa tidak ada yang gigih membela mereka segigih artis-artis minta hak asuh anak mereka?Atau tidak ada yang bersimpati pada mereka seperti orang-orang bersimpati atas kasus meninggalnya Munir? Ahhhhhhhhhh…………. gw kesel………..
Ketika ikut “Pesta Buku Gramedia”, aku berusaha melayani “Customer Cilik”ku sebaik-baiknya agar mereka merasa nyaman, betah dan bahagia disana. Tak hanya di “Pesta Buku Gramedia” saja, di setiap kesempatanpun aku tak lupa untuk memancing senyum tulus dan tawa anak-anak , aku memang bukan komedian ternama yang bisa membuat mereka tersenyum (seringnya sih gagal).
Gw hanya berharap, suatu saat anak-anak yang “dijajah” bangsa sendiri itu bisa bahagia pada akhirnya, dan dapat tersenyum kembali, dunia tanpa senyum anak-anak adalah dunia yang hampa.
Aku selalu mencari senyum mereka ketika aku kehilangan semangat, aku merindukan senyum mereka ketika aku merasa seorang diri.
Aku selalu percaya aku tak sendiri, ada jutaan orang diluar sana yang memimpikan melihat semua anak-anak di bumi tersenyum bahagia.







