baidu.com

September 20, 2006 – 12:58 pm

Kala itu, musim panas 1998, Robin Li mengingat pengalamannya diajak pelesir ke Silicon Valley oleh Eric Xu, ahli biokimia. Ia diperkenalkan kepada John Wu, kepala tim mesin pencarian Yahoo.

Li, saat itu berusia 30 tahun, adalah anggota staf insinyur di Infoseek–mesin pencari yang menjadi bagian dari Disney–yang sedang frustasi terhadap perusahaannya. Seperti juga Disney, Yahoo dan Wu-kini menjabat CEO perusahaan Internet Cina Alibaba.com–juga hilang ketertarikannya dengan prospek mesin pencari Internet.

Setahun setelah pelesir itu, Li mendirikan perusahaan pencari di Cina, namanya Baidu.com. Kini Baidu memiliki nilai pasar US$ 3 miliar (sekitar Rp 27,3 triliun) dan menjadi situs web keempat paling padat lalu lintasnya di dunia.

Di Cina, menurut laporan Pusat Informasi Jaringan Internet Cina, pada akhir Agustus lalu pengguna Baidu mencapai 52 persen. Jumlah itu mengalahkan pengguna Google yang 33 persen, sedangkan Yahoo Cina penggunanya hanya 3,7 persen. Survei itu dilakukan di tiga kota besar Cina: Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.

Populasi Cina terbesar di dunia, yakni 1,3 miliar jiwa. Sebanyak 10 persen dari populasi atau 130 juta orang merupakan pengguna Internet. Ini menjadikan Cina pasar online terbesar setelah Amerika Serikat.

Baidu, yang tampilannya minimalis seperti Google, merupakan ancaman baru bagi Google. Apalagi Baidu mendapat dukungan dari pemerintah Cina, yang secara reguler memblok Google dan menerapkan aturan ketat dan sensor terhadap perusahaan-perusahaan Internet asing. Baidu mengizinkan pemerintah melakukan sensor dalam situs web-nya.Bagi pengguna Internet di Cina, Baidu.com sangat populer untuk kandungan hiburannya, termasuk mengunduh MP3. Sedangkan Google kebanyakan dikunjungi untuk mencari produk perusahaan, kesempatan bisnis, layanan transportasi, dan travel.

Menurut Lu Weigang, peneliti yang menerbitkan laporan itu, Google cenderung menarik pengguna tingkat tinggi, mereka yang berpendidikan baik dan berpenghasilan relatif tinggi. Sedangkan Baidu disenangi para pelajar (40-50 persen), yang merupakan pengguna pencarian Internet paling besar Cina.Baidu.com mulai debutnya sejak 2001. Sebelum Google, Baidu telah memberikan kesempatan beriklan bagi pemasang iklan di halaman hasil pencariannya. Baidu mendapatkan pemasukan setiap kali pengguna mengklik iklan tersebut. Pada 2004, Baidu telah membukukan keuntungan.

Li lalu melakukan penawaran saham perdana di Nasdaq, Amerika Serikat, pada 5 Agustus 2005. Harga saham pembukaan adalah US$ 27 dan pada penutupan harga sahamnya mencapai US$ 122, atau naik 354 persen. Inilah pembukaan terbesar di Nasdaq sejak booming dot.com pada 2000.

Namun, Google tak menganggap Baidu sebagai ancaman serius. Menurut Kaifu Lee, Presiden Google Cina, “Orang menginginkan informasi dan mereka ingin informasi global.” Google menekankan pentingnya kemerdekaan dalam hasil pencariannya dan target untuk menjangkau pengguna internasional. “Kami tidak bisa dibeli,” Lee menegaskan.

Li mengaku Baidu punya model sendiri untuk bekerja dengan baik dan perusahaan sedang membangun sebuah basis kesetiaan pengguna yang merupakan faktor terpenting dari kemampuan pencarian Baidu. “Pada akhirnya, jika pengguna menemukan informasi yang relevan, mereka akan kembali,” ujar Li.


Dia

September 14, 2006 – 12:01 pm

Jauh darinya membuat aku memikirkannya, aku selalu teringat akan senyumnya yang menyejukkan, hatiku menanti untuk mendengarkan suaranya. Namun setiap kali melihatnya aku tak tau harus berbuat apa, setiap kali dekat dengannya aku tak tau harus berkata apa, hanya diam yang dapat kulakukan. Entah kenapa aku yang bawel ini dapat dibuat terdiam olehnya.

Diantara dia dan aku terdapat sebuah tembok besar, tebal dan tinggi. Setiap hari aku selalu mencoba merontokkan tembok besar nan sombong itu hanya untuk dekat dengannya namun apa daya segala usaha itu gagal, tembok besar itu seolah iri akan hatiku yang haus akan kehadirannya.

Entah harus dengan cara apa lagi aku dapat merontokkan tembok itu, aku hampir menyerah. Di sisa tenagaku ini aku hanya dapat terdiam menatap tembok jelek itu, namun aku tak pernah berhenti berharap agar dia dapat dekat dan selalu bersamaku.


Kecoa

September 12, 2006 – 1:01 pm

Semalam, pas mau mengunci pintu, kulihat sesosok mahluk kecil terbang dan hinggap di pagar, setelah ku dekati ternyata itu adalah seekor kecoa. Melihat kecoa aku sedikit terkejut (Atau takut :) ).

Hmmm.. kalian tau, kecoa itu sebenarnya bukan serangga asli dari Indonesia, dia terbawa oleh pedagang dari luar negeri. Katanya ( kalo nggak salah) mereka terbawa di dalam perahu pedagang yang akan berdagang di Indonesia. Setelah menginjak bumi Indonesia, mereka mungkin merasa betah dan beranak pinak di sini hingga ribuan bahkan jutaan jumlahnya.

Kecoa di Indonesia ukurannya masih lebih kecil daripada sesama spesies kecoa lainnya, coba saja kalian lihat kecoa madagaskar (kalo nggak salah sebut nama), kecoa jenis ini (madagaskar) punya badan yang lebih besar, namun ia tak bisa terbang.

Dan kalian tau bahwa serangga yang paling ku takuti ya tentu saja kecoa, kalo ketemu sama mahluk kecil itu aku langsung lari atau langsung mengadakan serangan balasan kalo dia yang nyerang duluan.

Sebenarnya sih nggak tega kalo harus membunuh mahkluk kecil ini, namun apa mau dikata, bila dia nyerang duluan, akan kubalas.


Mengasihi Kepada Yang membenci

September 1, 2006 – 3:02 am

Kasihilah orang yang membenci kamu, dan berbuat baiklah kepadanya. Berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu; Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orangh lain pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Kasihilah orang yang membenci kamu dan berbuat baiklah kepada mereka dan pinjamkan tanpa mengharapkan balasan.