August 10, 2006 – 4:42 am
Pada suatu sore , Budi seorang karyawan perusahaan swasta pulang lebih awal. Dibersihkannya seluruh rumah terutama ruang tamu. Kemudian dia memasak makanan dan menyiapkan minuman yang selama ini tidak pernah ia lakukan. Budi sedang menunggu seorang tamu istimewa. Tuhan akan datang ke rumahnya. Ia diberi tahu lewat mimpi semalam.
Sepanjang hari hujan terus menerus turun dan Tuhan belum juga datang, sambil menunggu ia membuatkan 2 gelas teh hangat.Tiba-tiba bel pintu berbunyi, dan si Budi pun langsung berlari berharap tamu istimewanya datang. Ternyata tukang pos, dan ia mempersilakan tukang pos itu masuk ke dalam untuk berteduh dan menghidangkan teh yang ia buat untuk Tuhan. “Terima kasih pak Budi, teh ini sungguh menghangatkan tubuhku.” Kata tukang pos sambil pamit.
Saat mengantar pak pos itu keluar, ia melihat anak kecil yang sedang menangis. Rupanya ia tersesat dan Budi memutuskan untuk mengantarkan anak tersebut sampai ke rumahnya. Lalu ditulisnya pesan untuk Tuhan di pintu , “Tuhan tolong tunggu sebentar, ada keperluan mendadak, aku segera kembali.” Menjelang malam Budi baru pulang dan dilihatnya pintu rumah sudah terbuka, rianglah hatinya “Tuhan sudah menungguku!” Serunya dalam hati. Tetapi pada saat dia masuk, ternyata tetangganya sedang terbaring dengan badan penuh luka. Rupanya dia habis dirampok dan dipukuli para perampok tersebut, pria itu menggigil kena infeksi, sampai larut malam menjelang pagi, budi dan para tetangganya berusaha untuk menurunkan demam dan mengobati luka tetangganya itu.
Budi pun kelelahan dan tak sengaja tertidur hingga fajar menjelang, tiba-tiba Budi terbangun,”Aduh, Tuhan pasti datang selagi aku tidur, aku telah mengecewakan Tuhan, mengapa aku tertidur?” Sesalnya dalam hati.
Tidak lama kemudian, telepon berdering dan ternyata itu dari Tuhan, dan lewat telepon dia mendengar Tuhan berkata,” Halo Budi, terima kasih untuk semua kebaikanmu. Saat aku kedinginan engkau memberikan teh yang menghangatkan tubuh-Ku. Saat Aku tersesat engkau menunjukkan jalan ke rumah-Ku. Dan saat Aku terluka engkau mengobati dan menjaga-Ku, Budi terima kasih banyak, karena kemarin Aku telah menjadi tamu di rumahmu.”
Budi sangat terkejut lalu menangis terharu karena Tuhan berkenan menjadi tamunya meskipun dengan cara yang tak pernah ia sangka-sangka.
Posted in Persahabatan |
1 Comment »